Ling Shen Yao - Obat Herbal Kista

Obat Cina Untuk Kista Ovarium yang Membantu Atasi Kanker, Miom dan Tumor hingga ke akarnya Tanpa Operasi.

Ling Shen Yao Kapsul & Serbuk

NO POM TR 162-592 651

NO POM TR 033-522 281

Alasan Memilih Ling Shen Yao

verified icon ling shen yao

Ling Shen Yao telah teruji di Lab. Perguruan Tinggi Negeri Terakreditasi di indonesia. Terbukti dapat menekan pertumbuhan sel Kanker, Tumor dan Miom. Solusi Herbal Obat Kista Tanpa Operasi.

logo BPOM

Ling Shen Yao telah terdaftar di BPOM, Yang artinya aman di konsumsi karena terbuat dari 100% ekstrak bahan alami berkhasiat tanpa efek samping.

Obat Herbal

 Ling Shen Yao adalah Obat Herbal Kista Alami Dari Tumbuhan. Berkhasiat yang memiliki sifat anti kanker dan anti metastasis (mencegah penyebaran kanker).

trust icon ling shen yao

Obat tradisional untuk miom dan kista Ling Shen Yao telah dipercaya lebih dari 30 tahun menjadi solusi atasi penyakit Kanker, Tumor, Kista, Miom dan Endometriosis hingga ke akarnya.

Kesaksian Setelah Minum Ling Shen Yao

Sembuh Dari Kista Tanpa Operasi

testimoni ling shen yao 1
testimoni ling shen yao 2
testimoni ling shen yao 3
testimoni ling shen yao 4
testimoni ling shen yao 5

DISCLAIMER

Cara kerja dan reaksi setelah minum ling shen yao, berbeda-beda tergantung dari jenis penyakit, kondisi dan metabolisme tubuh masing-masing individu.

Bukti Pengiriman Obat Herbal Kista

paket ling shen yao
paket ling shen yao 2
paket ling shen yao 3

Resi pengiriman kami ke luar negeri Singapore dan New Zealand. YA, kami tidak hanya mengirim produk ini ke seluruh wilayah di Indonesia tapi juga ke luar negeri.

resi ling shen yao
resi ling shen yao 2

Jual Ling Shen Yao Obat Kista Herbal

Obat Kista Tanpa Operasi, Aman dan Efektif

product ling shen yao

SERBUK

Rp570.000/Box

UNTUK PEMBELIAN PRODUK

16 BOX DISKON 15%

11 BOX DISKON 12.5%

6 BOX DISKON 10%

3 BOX DISKON 5%

(RECOMENDED)

KAPSUL

Rp340.000/Botol

UNTUK PEMBELIAN PRODUK

27 BOTOL DISKON 15%

18 BOTOL DISKON 12.5%

9 BOTOL DISKON 10%

6 BOTOL DISKON 5%

(RECOMENDED)

animated kista rahim herbal

Tentang Penyakit Kista

Kista telah menjadi salah satu penyakit yang kerap dialami banyak orang. Kista juga sering dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang kaum wanita. Padahal, pada kenyataannya, kista tidak mengenal jenis kelamin dan bahkan usia.

Faktanya, penyakit kista bisa terjadi pada pria ataupun wanita. Kista pada wanita sering terjadi atau muncul pada ovarium, payudara, kulit, dan organ tubuh lainnya. Sementara itu, kista pada pria bisa menyerang organ tubuh seperti ginjal, hati, dan saluran kemih.

Kista sendiri merupakan sebuah penyakit yang ditandai dengan kondisi munculnya benjolan berbentuk kantong berisi cairan. Munculnya kista pun bisa di bagian tubuh manapun dengan ukuran bervariasi, mulai dari yang kecil hingga berukuran sangat besar. Ukuran kista yang kecil dapat dideteksi dengan menggunakan mikroskop, sedangkan kista yang berukuran besar dapat diketahui dengan mata telanjang.

Penyakit kista telah dikategorikan sebagai tumor, namun jinak dan tidak berbahaya. Kendati begitu, kista tidak dapat dipandang sebelah mata karena jika dibiarkan terlalu lama akan menimbulkan rasa tidak nyaman sekaligus rasa sakit yang luar biasa.

Bukan hanya itu, kista yang tadinya dianggap sebagai tumor jinak dan tidak berbahaya bisa berpotensi menjadi tumor ganas. Hal itu akan terjadi jika kita tidak memiliki pengetahuan cukup tentang seluk-beluk penyakit kista.

Hal pertama yang patut diketahui tentang kista adalah berkaitan dengan penyebab dan faktor risiko yang bisa memperparah penyakit itu sendiri. Seperti yang sudah diketahui bahwa kista merupakan sebuah benjolan yang berisi cairan kental, benjolan tersebut yang kemudian dalam istilah medis dikenal sebagai tumor.

Lalu, bagaimana kita mengetahui sebuah benjolan itu merupakan kista atau bukan? Hal itu dapat diketahui dengan hanya meraba bagian tersebut. Ketika benjolan itu diraba dan terasa seperti balon yang berisi cairan, hal itu dapat dipastikan kista. Namun demikian, ada baiknya kita mengonsultasikan ke dokter ketika menemukan benjolan di salah satu bagian tubuh kita untuk mengetahui apakah itu kista atau bukan.

Penyebab Penyakit Kista

Adapun penyebab utama penyakit kista adalah adanya kondisi penyumbatan yang dapat memunculkan penumpukan cairan atau udara. Penyumbatan tersebut pun terjadi bukannya tanpa sebab, melainkan banyak muncul akibat faktor genetika atau keturunan, infeksi, dan penyebab lainnya.

Di sisi lain, ada beberapa faktor penyebab penyakit kista lainnya yang justru dapat memperparah kista itu sendiri. Faktor penyebab penyakit kista ini yang kemudian harus diketahui agar benjolan yang muncul di tubuh kita tidak semakin parah.

Selain faktor genetik dan infeksi, beberapa faktor penyebab penyakit kista lainnya adalah tumor, kelainan pada perkembangan embrio, cacat sel, kondisi inflamasi kronis, penyumbatan pada saluran tubuh, parasit dan cedera.

Bukan hanya itu, faktor penyebab lainnya yang bisa meningkatkan risiko penyakit kista adalah usia, kemoterapi dengan tamoxifen, sindrom ovarium polikistik, endometriosis, dan penggunaan obat penyubur kandungan.

Gejala yang dirasakan Pengidap Kista

Hal lainnya yang perlu diketahui selain faktor penyebab penyakit kista adalah berkaitan dengan gejala penyakit kista itu sendiri. Gejala penyakit kista ini perlu diketahui dengan baik karena kebanyakan penyakit kista tidak menimbulkan gejala yang signifikan.

Pada beberapa kasus, penderita kista justru tidak merasakan sakit apapun jika ukuran kista atau benjolan yang ada pada tubuhnya masih berukuran kecil. Di sisi lain, jika ukuran kista atau benjolan yang ada di tubuh telah membesar, hal itu akan memunculkan rasa sakit pada penderitanya.

Rasa sakit itu muncul lantaran benjolan yang sudah berukuran besar mulai menekan organ tubuh lainnya dan membatasi aliran cairan pada organ lain. Jika itu terjadi, gejala-gejala tertentu dapat dirasakan oleh penderita penyakit kista.

Gejala penyakit kista pertama yang bisa dapat dirasakan oleh penderita adalah ketika mulai muncul benjolan di atas kulit. Pada beberapa kasus yang pernah terjadi, gejala tersebut akan muncul dan berhubungan langsung dengan organ-organ yang menjadi tempat tumbuhnya kista, misalnya di ginjal atau hati.

Gejala penyakit kista yang timbul pada penderitanya bergantung pada lokasi di mana kista itu tumbuh. Kista yang tumbuh di hati dan ginjal biasanya tidak menimbulkan gejala. Namun, lain halnya dengan kista yang muncul di payudara. Gejala penyakit kista yang tumbuh di payudara akan mudah diketahui jika ukurannya besar. Hal itu dapat diketahui ketika melakukan pengecekan di bagian payudara.

Namun demikian, gejala penyakit kista yang tumbuh di ovarium dapat diketahui dengan siklus haid tidak teratur, nyeri di daerah panggul, dan sering merasakan sakit saat buang air kecil seiring dengan ukuran kista yang semakin membesar.

Jika gejala penyakit kista terutama yang tumbuh di ovarium sudah diketahui, yang perlu dilakukan adalah mendapatkan diagnosis penyakit kista. Dokter kandungan atau ginekolog dapat memberikan diagnosis penyakit kista ovarium selama pemeriksaan panggul rutin. Saat hal itu terjadi, ada beberapa pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan oleh dokter kandungan atau ginekolog.

Beberapa diagnosis penyakit kista yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan tes ultrasonografi (USG), tes CT (computed tomography) scan, MRI (magnetic resonance imaging), dan PET (positron emisi tomography), tes darah, laparoskopi, dan tes CA-125.

Adapun gejala dan diagnosis penyakit kista ini sangat penting untuk diketahui sesegera mungkin. Semakin cepat diketahui, maka semakin mudah pula kista itu dapat dihilangkan dari tubuh penderita. Sebaliknya, jika pemeriksaan terhadap gejala penyakit kista terlambat dilakukan, kemungkinan munculnya komplikasi penyakit kista dapat semakin besar.

Beberapa komplikasi penyakit kista yang bisa muncul di antaranya adalah kista pecah atau rupture, yakni sebuah kondisi ketika kista berukuran besar pecah atau robek yang akan menimbulkan nyeri hebat dan perdarahan internal. Komplikasi penyakit kista lainnya adalah kanker. Contohnya adalah kista ovarium yang kerap dianggap sebagai bentuk awal dari kanker.

Obat Herbal Kista Tanpa Operasi

Kendati demikian, pengobatan penyakit kista tidak serumit yang diduga, bahkan kista yang tumbuh di ovarium dapat sembuh dengan sendirinya. Pengobatan penyakit kista juga dapat dibedakan bergantung pada usia, jenis kista, dan gejala-gejala yang ditimbulkan.

Berdasarkan hal-hal tersebut, seorang dokter biasanya akan menyarankan penderita kista untuk mengonsumsi obat-obatan. Dalam pengobatan penyakit kista, obat yang digunakan bisa merupakan obat kimiawi ataupun obat herbal. Salah satu obat herbal kista yang bisa dikonsumsi adalah tablet Ling Shen Yao.

Tablet Ling Shen Yao merupakan obat herbal kista, kanker, dan miom. Ling Shen Yao sendiri merupakan obat herbal penyakit kista yang terbuat dari ramuan tradisional Cina yang terdiri atas tumbuh-tumbuhan alami berkualitas dan berkhasiat serta diracik dengan prinsip Yin Yang Wu Xing. 

Tablet Ling Shen Yao telah dikenal sebagai obat kista tanpa operasi karena dapat dikombinasikan dengan metode pengobatan penyakit kista lainnya, seperti kemoterapi. Pengobatan penyakit kista menggunakan obat herbal Ling Shen Yao dapat berhasil jika tabletnya dikonsumsi secara rutin dan teratur. Semakin rutin dan teratur penderita mengonsumsi obat herbal Ling Shen Yao, maka fungsi obatnya akan semakin efektif bagi tubuh penderita kista.

Selain minum obat herbal kista, pengobatan penyakit ini dapat dilakukan melalui dua jenis operasi, yakni laparoskopi dan laparotomi. Laparoskopi merupakan pengobatan penyakit kista dengan memberikan sayatan kecil untuk dimasukkan alat tipis guna mengangkat kista. Cara ini dilakukan untuk pengobatan penyakit kista yang masih berukuran kecil. 

Sementara laparotomi merupakan pengobatan penyakit kista dengan memberikan sayatan lebih besar untuk mengangkat kista berukuran besar.

Meskipun pengobatannya memiliki beberapa cara, penyakit kista cenderung tidak dapat dicegah, terutama kista ovarium. Namun demikian, kemungkinan munculnya penyakit kista pada tubuh seseorang dapat dikurangi dengan melakukan pemeriksaan secara rutin, termasuk pemeriksaan ginekologi.